Home » , » Menulis Sambil Koreksi | Kesalahan Seorang Penulis?

Menulis Sambil Koreksi | Kesalahan Seorang Penulis?

Menulis merupakan aktifitas harian seorang blogger. Melalui menulis blogger dapat terus memperbaharui artikel mereka diblog. Oleh karena itu dibutuhkan konsistensi yang tepat untuk produktif menghasilkan artikel. Tidak peduli berapa hari anda update yang jelas anda harus punya jadwal yang rutin.

Namun kenyataannya rencana tidak selalu berjalan mulus. Sebagian blogger sulit produksi menulis. Bukan karena tidak punya ide atau inspirasi, tetapi lebih karena kesalahan teknis saja yaitu menulis sambil mengkoreksi. Padahal koreksi artikel bersifat komplek yaitu memperhatikan kesesuaian kata, ejaan, kata baku dan kesalahan lain.


Sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang menulis sangat dipengaruhi oleh imajinasi dan kreatifitas yang tinggi. Jika disibukkan dengan kesalahan teknis artikel tidak akan cepat selesai. Jangankan membuat artikel berkualitas untuk menuangkan semua inspirasi saja pasti sulit dilakukan.

Setidaknya menulis sambil koreksi membawa efek negatif berikut ini.

1.  Ide bisa hilang
Bagi seorang penulis ide adalah aset berharga yang tidak boleh hilang. Oleh karena itu kebiasaan membawa buku atau catatan kecil adalah keharusan. Dengan begitu ide brillian yang mendekat dapat cepat dikunci melalui catatan kecil. Makanya tidak heran jika mereka selalu bergerak dengan pengamatan dan berpikir kreatif.

Seharusnya kebiasaan ini terus berlanjut ketika proses menulis. Bagaimanapun juga tidak semua ide kreatif dapat tertampung pada kondisi yang pertama. Oleh karena itu ketika ide baru muncul saat menulis langkah paling tepat adalah menulis ide tersebut walaupun belum berbentuk kalimat yang enak dibaca. Dengan begitu diperoleh artikel penuh kualitas.

Namun bagi sebagian orang hal itu sulit terwujud. Bagaimana tidak ketika menulis mereka juga melakukan koreksi atau editing. Meskipun demikian mereka tidak langsung membuat tulisan kecil. Akibatnya ide yang tiba-tiba muncul menjadi hilang. Pada saat seperti ini mereka akan dipaksa berpikir keras untuk kedua kali.

Pada dasarnya setiap ide atau imajinasi adalah mengalir seperti air. Jika ide kreatif dipaksakan keluar hal itu merupakan hal yang memberatkan bagi otak. Oleh karena itu sebaiknya anda mencari ide atau sumber inspirasi menulis sehingga memudahkan anda dalam menulis artikel. Di samping itu cepat-cepatlah mengurangi teknik menulis sambil mengkoreksi yang akan mematikan imajinasi anda sendiri.

2.  Proses menulis lama
Pada dasarnya waktu bukan menjadi prioritas utama seorang penulis. Mau menulis lamapun itu sebenarnya tidak masalah asalkan semua ide kreatif dapat keluar. Seperti yang kita ketahui bahwa karya menulis tidak hanya berupa artikel saja melainkan masih ada cerpen, novel, atau karya lainnya.

Namun jika anda hanya membuat artikel sedangkan ide pokok sudah ada, tetapi memakan waktu lama itu baru masalah. Penyebabnya anda tidak mampu mengembangkan ide tersebut menjadi kalimat efektif yang enak dibaca. Melalui teknik menulis sambil koreksi sebenarnya anda dipaksa berpikir berat. Bagaimana tidak anda harus memperhatikan ejaan, kosa kata maupun susunan paragraf yang tepat.

Banyak waktu yang terbuang memakai teknik menulis seperti ini mungkin melebihi usaha anda memikirkan ide kreatif. Oleh karena itu mereka yang melakukan teknik ini hanya mampu menghasilkan artikel dengan kualitas sedang-sedang saja. Padahal artikel berkualitas merupakan kunci sukses mendapatkan posisi yang baik disearch engine.

3.  Cenderung berpikiran negatif
Sebagai seorang penulis seharusnya anda percaya diri terhadap tulisan anda (Baca: 6 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Dalam Menulis ). Bangga dan senang dengan tulisan yang akan dibuat. Anda juga harus yakin bahwa setiap tulisan anda adalah bermanfat.

Berkaitan dengan hal tersebut anda hanya perlu menulis setiap ide yang keluar. Jangan disibukkan dengan teknik menulis sambil koreksi. Karena bagaimanapun juga teknik ini membawa efek negatif terhadap otak dan pikiran anda.

Bagi pengguna teknik ini biasanya mereka mudah mempermasalahkan susunan kata dan kalimat yang dibuat. Akibatnya mereka mudah menulis dan menghapusnya. Mereka cenderung memperhatikan kalimat tersebut mudah dibaca atau tidak. Celakanya lagi bisa membingungkan penulis itu sendiri dalam menulis kata pembuka sebuah paragraf.

Kesimpulan
Seharusnya imajinasi dan kreatifitas menjadi sarana untuk mengembangkan bakat menulis menjadi lebih baik lagi. Menghasilkan buku adalah karya terbesar seorang penulis. Sibuk dengan teknik menulis sambil koreksi bisa menjadi bumerang yang mematikan. Meskipun demikian tidak selamanya teknik ini harus ditinggalkan secara mutlak. Pada beberapa keadaan teknik juga saya gunakan sebagian. Karena menurut saya yang terpenting adalah  fokus pada ide pokok sehingga ide pokok tersebut menjadi kunci menghasilkan tulisan yang berkualitas. Selamat mencoba.

Kami mengharapkan artikel Menulis Sambil Koreksi | Kesalahan Seorang Penulis? bisa Anda bagikan melalui media sosial di atas. Terima kasih

« Sebelumnya
« Prev Post
Berikutnya »
Next Post »
Mas Hartarto

Perkenalkan nama saya Mas Hartarto, admin dari SinarBlogging.net. Seorang blogger kampung yang suka berbagi informasi tentang tips menulis, dan tips blogging dan informasi lain yang terkait

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar dengan baik dan sopan berkaitan dengan topik
Jangan meninggalkan komentar spam karena akan dihapus.
Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA
Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir
Jika Anda ingin mendapatkan backlink cukup tuliskan Name/Url yang terlah disediakan
Terima kasih