Home » » 7 Krusial Tips Memilih Nama Domain yang Baik bagi Blogger Pemula

7 Krusial Tips Memilih Nama Domain yang Baik bagi Blogger Pemula

Mengacu pada pembuatan sebuah blog profesional tentu saja pemilihan nama domain harus menjadi pertimbangan serius. Bagaimana tidak nama domain akan mengindikasikan tentang apa blog anda dibangun. Jika blog anda tidak memiliki daya tarik terhadap pengguna internet maka besar kemungkinan mereka tidak mau berkunjung ke blog anda.

Masalahnya sebagian blogger pemula kurang memperhatikan pemilihan nama domain untuk memulai blognya. Apalagi ketersediaan nama domain semakin sedikit karena berbondong-bondong orang membuat blog pribadi. Sehingga mereka cenderung tergesa-gesa membeli nama domain tanpa melakukan riset atau studi kasus. Akibatnya mereka menyesal ditengah jalan karena situs yang dikelolanya tidak berkembang sesuai target.

Oleh karena itu jangan sembarangan memikirkan nama domain yang akan anda gunakan untuk blogging. Kenyataannya pemilihan nama juga bisa mempengaruhi semangat dan motivasi seorang blogger. Jika anda salah perhitungan bisa jadi anda akan gagal menjadi blogger sukses karena tidak percaya diri mengelola blog.

7 Krusial Tips Memilih Nama Domain yang Baik bagi Blogger Pemula

Tips memilih nama domain yang baik bagi blogger pemula


1. Mengandung keyword yang dibidik

Karena merasa cocok dengan nama domain seringkali seorang blogger pemula mengacuhkan masalah topik blog yang ada di dalamnya. Sehingga tidak jarang mereka menggunakan nama yang sedikit aneh salah satunya (maaf jika ada yang tersinggung)“Terselubung.com” atau “Jagajarak.com”. Memang anda boleh saja menggunakannya untuk blog. Namun sebenarnya nama tersebut tidak mencerminkan informasi singkat tentang topik yang dibahas.

Ketika anda memutuskan membuat blog maka berpikirlah 2-3 hari tentang pemilihan nama domain. Usahakan nama tersebut mengandung keyword yang jelas sesuai dengan niche konten yang akan anda buat. Dengan begitu blog anda akan mudah bersaing disearch engine karena para pembaca akan mengetahui dengan pasti bahwa mereka masuk ke situs yang benar.

2. Mudah diingat pengguna internet

Setelah anda menetapkan topik dan keyword yang akan dibidik maka langkah selanjutnya memastikan bahwa nama domain tersebut mudah diingat. Para blogger biasanya memilih 2 suku kata seperti “PenulisArtikel.com” atau “HaloBlogger.com”.

Sayangnya penggunaan nama domain dengan 2 suku kata proses pencariannya semakin sulit karena sudah digunakan oleh orang lain. Dalam situasi ini maka dengan terpaksa anda harus menambah 1 kata lagi. Meskipun begitu sebenarnya tidak masalah bagi orang lain asalkan nama domain tersebut memiliki arti yang jelas. Inilah yang terjadi pada “TipsMenulisBuku.com” atau “CaraMenulisArtikel.com”, meskipun terdiri dari 3 kata nama domain tersebut tetap mudah diingat orang.

3. Bereksistensi “.com” lebih baik

Agar telihat kompeten anda harus membeli domain TLD (Top Level Domain) sebagai pelengkap nama domain. Memang ada banyak pilihan domain TLD yang tersedia diantaranya “.Com”, “.Net”, “.Org”, dan lain-lain. Bahkan jika anda tertarik ada domain dengan eksistensi negara asal, untuk Indonesia ada “.Web.Id”, “.My.Id”, “.Id”, “.Or.Id” dan lain-lain.

Namun demikian para blogger lebih akrab dengan akhiran “.Com” (sekitar 40% pengguna internet) kemudian baru diikuti Domain TLD yang lain. Bahkan anda tahu bahwa pendiri “ProBlogger.Net” harus membeli “ProBlogger.Com” untuk memudahkan pengguna internet mengaksesnya.

Meskipun begitu mungkin anda menyadari bahwa blog ini menggunakan domain TLD “.Net”.

Ini karena “IdWebHost.com” telah berbagi domain gratis sehingga saya ikut memanfaatkanya. (Peluang nggak boleh berlalu begitu saja, kan?). Terlebih lagi saya juga mengelola blog yang lain dengan eksistensi “.Com”. Jadi, blog ini bukan satu-satunya yang saya kelola.

4. Mencerminkan merek dagang sendiri (brand sendiri)

Ketika anda berhadapan dengan jutaan pengguna internet tentu anda harus memiliki keunikan tersendiri untuk menarik mereka melalui blog. Sebaiknya anda menggunakan nama domain yang mencerminkan merek baru yaitu brand anda sendiri. Memang tidak mudah jika mengacu pada kerja keras yang harus dilakukan ketika promosi blog. Namun ini lebih baik jika anda mempunyai target membesarkan bisnis tersebut.

Nama domain yang mencerminkan merek dagang sendiri bisa anda hubungkan dengan jenis usaha. Dalam hal ini anda bisa menghubungkan nama identitas atau nama panggilan dan jenis usaha sebagai nama domain. Diantaranya “NatashaBatik.com”, “ButikBuTutik.com”, atau “JokoMebel.com”.

5. Hindari mencantumkan brand besar dalam nama domain anda

Salah satu pantangan membesarkan usaha bisnis adalah tidak melibatkan nama brand besar dalam nama domain anda. Ini sangat penting mengingat brand besar cenderung sensitif dengan penipuan. Makanya tidak heran nama domain yang mirip atau melibatkan brand besar biasanya berakhir dengan somasi atau pengadilan. Tentunya sebagai pemilik usaha mandiri peluang anda menang menghadapi mereka sangat kecil. Bisa-bisa anda kena beban biaya untuk membayar kerugian mereka.

Oleh karena itu hindari memasukkan nama brand besar ke dalam nama domain anda. Jangan mengacu pada produk yang anda jual karena jika anda bukan agen resmi mereka maka situs anda akan dipermasalahkan.

Jadi, jika anda menjual handphone Oppo maka jangan memilih nama domain “TokoOppoMandiri.com” atau “TokoOppoBersinar.com” atau sejenisnya. Selain itu hindari juga nama domain yang mirip dengan brand besar seperti “TokoOpp0.com” atau “JualanHpOOpp0.com”, dan lain-lain. Lebih baik anda percaya diri dengan brand pribadi sehingga anda dapat fokus dan aman dari masalah hak cipta.

6. Hindari menggunakan simbol

Meskipun terlihat sepele sebenarnya penggunaan simbol menyusahkan orang lain karena tanda baca atau angka sering terlupakan saat mengetik. Terlepas dari jumlah kosa kata dalam nama domain anda (2 atau 3 kosa kata) sebenarnya simbol tersebut jarang dipakai oleh para blogger dunia. Mereka merasa hal itu hanya penghalang pembaca untuk mau berkunjung.

Oleh karena itu hindari nama domain dengan simbol seperti tanda hubung (-) atau tanda baca yang lain dan angka. Diantara nama domain dengan tanda baca misalnya “ButikBuTutik90.com”, “Natasha-Butik.com” dan lain-lain.

7. Jangan menggunakan nama domain berbau SARA atau negatif

Nama domain yang berpotensi buruk di search engine adalah konten negatif. Bukan tanpa sebab hal ini terjadi karena konten negatif dan berbau rasis cenderung merusak moral dan pengiklan. makanya tidak heran jika konten jenis ini sulit mengikuti program PPC (Pay Per Click) Google Adsense.

Dari sini maka anda harus berpikir logis dan ilmiah. Anda tidak mau kan membuat blog dengan nama domain yang memiliki cara monetisasi terbatas. Padahal sekarang ini PPC menjadi incaran para blogger untuk menghasilkan uang selain affiliasi dan jualan.

Kesimpulannya, terlepas dari tujuan anda menjadi blogger dan membuat blog pribadi, usahakan anda memiliki rencana yang matang dan target pembaca yang jelas. Dengan begitu anda bisa menyesuaikan nama domain anda dengan topik yang akan anda bagikan kepada pengunjung.

Kami mengharapkan artikel 7 Krusial Tips Memilih Nama Domain yang Baik bagi Blogger Pemula bisa Anda bagikan melalui media sosial di atas. Terima kasih

« Sebelumnya
« Prev Post
Berikutnya »
Next Post »
Mas Hartarto

Perkenalkan nama saya Mas Hartarto, admin dari SinarBlogging.net. Seorang blogger kampung yang suka berbagi informasi tentang tips menulis, dan tips blogging dan informasi lain yang terkait

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar dengan baik dan sopan berkaitan dengan topik
Jangan meninggalkan komentar spam karena akan dihapus.
Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA
Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir
Jika Anda ingin mendapatkan backlink cukup tuliskan Name/Url yang terlah disediakan
Terima kasih