Home » » Alasan Nyata Orang tidak Mau atau Takut Belanja Online

Alasan Nyata Orang tidak Mau atau Takut Belanja Online

Sekarang ini berbelanja online menjadi tren baru yang menjadi mencuri perhatian semua orang. Bagaimana tidak, produk-produk yang ditawarkan menjadi alasannya. Sebagian produk terkadang merupakan barang unik yang belum pernah dilihat secara nyata. Selain itu anda bisa memiliki barang-barang dalam negeri atau impor tanpa menghabiskan waktu berjam-jam.

Selain itu anda harus tahu bahwa hampir setiap pebisnis sukses memiliki akses dalam dunia internet. Mengapa?

Karena kecepatan membangun usaha secara offline saja tidak dapat menyaingi kecepatan membangun usaha dengan kombinasi offline dan online. Bahkan perbedaan ini bisa mencapai ratusan persen. Sehingga tidak heran jika mengabaikan cara belanja secara online adalah kesalahan besar pebisnis hari ini.

Sayangnya sebagian orang tetap belum mau melakukan transaksi secara online. Tentu saja ada berbagai faktor yang membuat belanja online begitu menakutkan. Meskipun begitu ada beberapa faktor yang bisa dibenarkan dan ada faktor yang kadang sebagai alasan konyol.

Alasan Nyata Orang tidak Mau atau Takut Belanja Online

Alasan orang takut berbelanja online


1. Khawatir dengan kualitas produk

Kualitas produk merupakan harga mati dalam membeli sebuah produk / barang. Maka dari itu mereka tidak ingin kecewa setelah membeli barang tersebut.

Masalahnya beberapa gambar/ foto produk yang dihadirkan pihak penjual bisa diambil melalui kamera dengan kualitas tinggi. Bahkan memakai jasa fotografi profesional untuk membuatkan foto yang menarik. Tentu saja hal ini boleh dilakukan untuk menarik minat pembeli.

Namun di sisi lain foto yang muncul bersamaan dengan deskripsi produk terkadang tidak sesuai dengan produk aslinya. Apalagi beberapa pembeli pernah merasa tertipu dengan hal ini. Maka sudah pasti mereka merasa belanja online cenderung menipu karena kualitas produk tidak sesuai dengan foto.

2. Lebih senang  bertransaksi offline

Berbelanja secara online memang memilik kemudahan yang diharapkan oleh orang yang sangat sibuk. Namun kenyataannya apa betul demikian?

Sebagian  pengusaha atau karyawan yang sibuk dengan pekerjaannya sering tidak meiliki waktu untuk beristirahat. Sehingga bertransaksi online menjadi alasan sederhana mereka mengurangi waktu yang terbuang.

Namun keadaan ini tidak selalu benar. Sebagian orang lebih menyukai belanja secara offline dengan pergi ke mall atau pasar konvensional. Mereka tidak sekedar membutuhkan barang tau produk yang diinginkan, tetapi mereka mereka dengan pergi belanja mereka merasa beban pikiran mereka berkurang. Karena itulah orang jenis ini rela menyediakan waktu / hari tertentu untuk alasan tersebut.

3. Ingin mencoba barang

Berbicara masalah kualitas barang mungkin pihak penjual sudah memikirkannya dengan berbagai bukti nyata. Meski begitu tidak lantas menjadikan pembeli mau berbelanja online.

Sebagian orang sebelum membeli tidak akan merasa puas sebelum mencobanya. Ini bukan hal yang aneh karena pembeli terkadang mau menyesuaikannya dengan penampilan tubuh mereka (kaos, jaket, sepatu, dan lain-lain) atau kebenaran fungsi yang dijanjikan (kamera, handphone, CCTV, dan lain-lain). Maka dari itu mencoba barang adalah hal yang penting.

Jika mengacu pada hal ini maka belanja online menjadi angin lalu yang bukan pilihan mereka. Karena mereka tidak menyediakan sistem untuk mencoba barang sebelum dibeli kecuali anda datang ke toko offline mereka secara langsung. 

4. Kurangnya komunikasi

Untuk toko online dengan pasar dunia, komunikasi antara penjual dan pembeli hampir dikatakan tidak ada. Pihak penjual tidak akan melayani setiap calon pembeli dengan alasan apapun kecuali untuk pengembalian barang dan sejenisnya.

Adapun untuk toko online yang bersifat lokal masih mungkin didapatkan komunikasi melalui media handphone, whatapps, bbm atau sejenisnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan masih bisa terjadi tawar menawar mengenai harga barang. Meskipun demikian biasanya tawar menawar tidak akan berjalan kecuali pihak pembeli mau membeli barang dengan jumlah banyak.

Dengan pertimbangan inilah para pembeli merasa kurang puas untuk melakukan belanja online. Apalagi jika barang tersebut sekedar barang yang sudah ada di pasar lokal dan hanya membeli satu produk saja.


5. Merasa barang tidak unik

Beberapa orang memang mudah melakukan transfer sejumlah uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya ada dipasar konvensional. Namun ada juga orang yang pilih-pilih produk jika mau berbelanja online.

Mereka hanya mau membeli barang yang memang sulit didapatkan di pasar lokal. Terlebih lagi jika barang tersebut unik dan menarik maka bisa dijadikan alasan untuk lebih mengikuti tren (kemajuan zaman). Sehingga mereka bisa menunjukkannya pada keluarga, teman atau tetangga.

Adapu jika barang tersebut tidak ada maka membeli barang dari pasar lokal adalah pilihan cerdas yang bisa mereka ambil. Itulah salah satu alasan mereka tidak melakukan belanja online.

6. Transaksi yang sulit dan rumit

Pada sebagian situs toko online mereka kurang peduli dengan kenyamanan calon pembeli untuk berbelanja. Ini dibuktikan dengan penyediaan cara pembayaran yang cenderung sulit.

Bagaimana tidak, calon pembeli tidak selalu mengetahui mengerti teknologi  karena belum terbiasa. Sebagian mungkin menyediakan transfer bank sebagai media pembayaran. Namun pada kasus lain pihak toko online hanya menyediakan cara pembayaran dengan sistem doku atau paypal yang cenderung orang awam tidak mengetahui pengertian alat pembayaran tersebut.

Di samping itu ada juga toko online yang menyediakan banyak form yang harus diisi calon pembeli. Sehingga waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Jika proses pengisian itu memakan waktu lebih dari 5 menit maka bisa dipastikan calon pembeli dipersulit oleh pihak toko online.

7. Khawatir data informasi tidak aman

Untuk memudahkan barang bisa diterima oleh pembeli pasti pihak toko online mengharuskan calon pembeli mengisi data mengenai nama identitas, dan lokasi tempat tinggal. Selain itu informasi kontak juga diperlukan seperti nomer handphone dan alamat email.

Bagi orang yang terbiasa dengan berbelanja online hal ini memang terlihat biasa. Namun bagi orang yang yang belum pernah melakukan transaksi online mereka bisa memiliki pandangan lain. Dengan menyerahkan data tersebut ketakutan tentang pencurian data lainnya akan mudah dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Sebenarnya kekhawatiran tentang hal ini boleh-boleh saja, tetapi hal tersebut sangat minim dilakukan oleh pihak toko online. Mereka akan menjaga data diri pembeli dengan aman dan tidak membocorkannya. Apalagi mereka berharap anda mau membeli produk lain dari toko onlinenya.

Tips mengurangi ketakutan berbelanja online

Jika anda pihak pembeli dan masih takut belanja online sebaiknya punya strategi membeli barang. Untuk barang yang bersifat sensitif seperti  perhiasan emas dan elektronik sebaiknya anda hindari terlebih dahulu. Jika anda harus membelinya sebaiknya dilakukan setelah anda membeli beberapa produk dari toko online tersebut.

Jika ternyata pihak toko online jujur dengan barang sebelumnya maka kemungkinan barang lain juga demikian. Untuk melihat hal ini cobalah perhatikan merek atau brand suplier dari produk tersebut dan lihat kualitas suplier tersebut. Kalau menyakinkan anda berarti tingkat kualitasnya juga lebih aman.

Masih ragu berbelanja online?
Sebagai langkah pencegahan anda bisa berbelanja barang yang memiliki potensi penyesalan rendah dengan mempertimbangkan harga dan bahan. Diantaranya jaket, kaos, tas, sepatu, atau peralatan dapur (pisau, wajan, dll). Dengan begitu anda tidak terlalu kecewa jika anda tidak puas.

Kesimpulannya, terlepas dari rasa takut anda untuk bertransaksi secara online seharusnya hal itu tidak menghalangi anda untuk memiliki barang yang unik dan menarik. Alasan khawatir memang dibolehkan, tetapi jika anda asing dengan sistem berbelanja online maka anda akan tertinggal dalam bisnis atau usaha. Jadi, gunakan cara cerdas untuk berbelanja online sehingga pengalaman anda dalam dunia internet bertambah.

Kami mengharapkan artikel Alasan Nyata Orang tidak Mau atau Takut Belanja Online bisa Anda bagikan melalui media sosial di atas. Terima kasih

« Sebelumnya
« Prev Post
Berikutnya »
Next Post »
Mas Hartarto

Perkenalkan nama saya Mas Hartarto, admin dari SinarBlogging.net. Seorang blogger kampung yang suka berbagi informasi tentang tips menulis, dan tips blogging dan informasi lain yang terkait

2 Comments:

  1. Bisa juga alasannya karena takut ditipu gan..

    BalasHapus
  2. Benar juga sih, tetapi takut ditipu cenderung dialami oleh orang yang asing dengan dunia internet. Harus disadari juga bahwa hampir setiap pembeli online biasanya pernah tertipu. Jadi, jangan takut yang berlebihan yang berakibat jauh dari kata bisnis kontemporer.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar dengan baik dan sopan berkaitan dengan topik
Jangan meninggalkan komentar spam karena akan dihapus.
Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA
Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir
Jika Anda ingin mendapatkan backlink cukup tuliskan Name/Url yang terlah disediakan
Terima kasih