Home » » 6 Alasan Blogger Pemula Mudah Gagal dan Berhenti Ngeblog

6 Alasan Blogger Pemula Mudah Gagal dan Berhenti Ngeblog

Berbicara tentang aktifitas ngeblog rasanya tidak bisa dilepaskan dari istilah sukses atau gagal. Memang sebagai blogger pemula kesuksesan adalah hal terindah yang menjadi target untuk direalisasikan. Sehingga tantang dan hambatan dilalui denganpenuh percaya diri dan optimisme.

Sayangnya tidak mudah menjadi blogger yang sukses. Perjuangan demi perjuangan dan pengorbanan demi pengorbanan harus terus dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Sehingga terkadang karena faktor kelelahan atau malas kesuksesan tidak kunjung menghampiri. Bahkan yang ada kemungkinan besar rasa frustasi dan kecewa. Akibatnya cara pandang terhadap dunia blogging menjadi momok yang menakutkan.

Terlepas dari seberapa besar perjuangan yang telah anda jalani. Setidaknya anda harus tahu bahwa di dalam dunia blogging sebenarnya tidak ada istilah gagal. Namun fakta bahwa income dari online sebagai acuan sedikit banyak memperangaruhi psikologi para blogger. Inilah yang menyebabkan para blogger sering disebut gagal dan akhirnya berhenti dari ngeblog.

6 Alasan Blogger Pemula Mudah Gagal dan Berhenti Ngeblog

Alasan blogger pemula mudah gagal dan berhenti ngeblog


1.  Topik blog tidak sesuai passion

Banyak orang berpikir bahwa dengan membuat blog maka sudah lebih dekat dengan kesuksesan. Pandangan ini memang cukup beralasan karena bagaimanan pun juga banyak blogger sukses dengan income jutaan rupiah perbulan telah membuat blog.

Masalahnya ketika anda membuat blog dengan topik yang tidak sesuai dengan passion maka akan menciptakan masalah baru. Anda secara perlahan dan pasti akan mengalami kesulitan mengisi konten blog anda dengan artikel yang bermanfaat.

Jika anda terus berjuang menghasilkan artikel dengan topik yang tidak anda kuasai maka kemungkinan besar anda butuh waktu lama untuk mengerjakannya. Padahal semakin lama anda menyelesaikan sebuah postingan artikel maka harapan untuk sukses akan lebih lama. Kalau sudah begini maka istilah gagal dan berhenti akan sering muncul pada pikiran anda.

3. Kebanyakan teori belajar

Memang secara umum belajar sangat diajurkan dalam setiap hal demi hasil yang optimal dan memuaskan. Maka dari itu sudah sewajarnya jika anda harus belajar dunia blogging lebih dalam dan mendetail. Dengan pengerathuan tersebut anda bisa sukses lebih cepat dan efektif.

Meskipun demikian jangan terlalu fokus mencari berbagai sumber teori dalam dunia blogging. Terus terang teori sangat penting, tetapi jangan terjebak pada mencari-cari teori yang paling baik dan benar. Pada dasarnya semua teori butuh penerapan dan hasil nyata. Sehingga hasil tersebut bisa menjawab kekurangan atau kelemahan blog yang sedang anda kelola.

Namun jika anda sibuk dengan cara pandang perfeksionis maka langkah maju sulita anda mulai. Akibatnya anda bingung mau menerapkan teori yang mana karena takut hasilnya tidak sesuai harapan. Keadaan inilah yang membuat para blogger pemula mudah goyah dalam hal keyakinan untuk sukses di dunia blogging.

3. Terlalu mengacu pada angka atau nilai atau statsistik blog

Sebagai blogger sudah seharusnya meningkatkan kualitas blog menjadi lebih tinggi. Diantara acuan yang  isa dijadikan tolak ukur adalah domain authority (DA), page authority (PA), visitor organik, page view, Alexa rank, dan lain-lain.

Memang pada dasarnya angka atau nilai yang tinggi dari hal tersebut menunjukkan kualitas blog dan kepopulerannya. Namun demikian sering memikirkan hal tersebut bisa membuat aktifitas mengisi konten blog menjadi lambat.

Seiring dengan rutinnya anda melihat statistik blog maka waktu untuk menulis artikel menjadi lebih terbatas. Padahal kualitas pada blog berdasarkan angka atau nilai tidak akan berbeda untuk beberapa hari ke depan. Jadi, lebih baik anda fokus mengisi blog dengan berbagai postingan. Dengan begitu secara beriringan blog anda akan meningkat dalam hal DA, PA, visitor, page view, Alexa rank dan lain-lain.

4. Tidak siap berkorban dan berjuang

Dalam dunia blogging anda harus siap untuk tidak menghasilkan uang sepeserpun dari online sekitar 3 bulan, 6 bulan atau setahun. Ini adalah kondisi nyata ketika seseorang masuk dalam dunia internet.

Memang hal itu tidak 100 % benar karena sebagian blogger juga bisa mendapatkan uang lebih cepat dari waktu tersebut. Namun mengingat membangun dan mengelola blog tidak mudah maka anda harus siap menghadapi kondisi terburuk tersebut.

Pandangan ini bukan hanya berasal dari blogger pemula saja bahkan blogger populer seperti Herman Yudiono dengan Blogodolar.com –nya juga berkata seperti itu. Jadi, jangan heran kalau anda belum menghasilkan uang dalam jangka tersebut. Jika anda tidak sanggup dengan konsekuensi ini maka sudah pasti anda akan berpikiran telah gagal dan berhenti online.

5. Tidak memiliki rekan atau komunitas

Tidak ada kesuksesan bisnis yang berjalan hanya seorang diri. Inilah cara pandang yang benar ketika berbicara tentang bisnis online. Karena itu anda sangat disarankan anda memiliki rekan atau teman untuk diajak berdiskusi. Lebih baik lagi jika teman tersebut telah lebih jago ngeblog. Dengan begitu anda tidak harus mengalami try and error berulang kali.

Jangan lupakan juga komunitas sebagai tempat anda bersosial. Di dalam komunitas atau grup ada kalanya terdapat pembahasan masalah yang sebenarnya hal tersebut mirip dengan kondisi blog yang anda hadapi. Dari itu biasanya anggota komunitas saling memberikan masukan tentang solusi terbaik untuk penyelesaiannya.

Namun jika anda tidak memiliki keduanya maka tekad dan semangat anda mudah goyah. Akibatnya ketika anda merasa tidak sanggup mengatasi kesulitan tersebut anda mudah berpikir “Ngeblognya sudah dulu aja deh, susah”.

Baca juga: Terima Kasih Ads.id Situs Forum Berbagi Tips Belajar Blog

6. Tidak punya strategi atau rencana menerbitkan artikel secara rutin

Sebenarnya bisa saja anda telah memiliki rencana atau strategi yang matang untuk blog yang anda kelola. Namun demikian tidak ada manfaatnya jika anda tidak melakukannya secara konsisiten. Di dalam dunia blogging anda harus menerbitkan postingan berupa artikel dengan rutin. Kunci keberhasilan blog adalah jumlah artikel yang banyak dan berkaulitas.

Saya menyadari bahwa tidak mudah mengelola blog yang berkualitas dengan jumlah artikel yang banyak. Maka dari itu jika anda tidak bisa melakukan keduanya secara bersamaan usahakan anda menerapkan salah satunya.

Adapun saran saya adalah jika blog anda bermain Google Adsense dan sudah diterima full approve maka bermain jumlah artikel yang banyak bisa anda mulai. Namun jika ternyata anda masih dalam tahap belum diterima Google Adsense maka silahkan fokus dahulu pada kualitas artikel (misalnya artikel dengan jumlah kata 500-1000 kata). Mengapa demikian? 

Jika anda memaksakan blog dengan dengan kualitas pas-pasan untuk program penghasil uang maka kemungkinan besar akan ditolak. Meskipun begitu yang saya maksud dengan jumlah artikel yang banyak tetap mengacu pada jumlah kata minimal 300 kata.

Kesimpulannya, terlepas dari berbagai faktor yang menyebabkan anda gagal atau sukses blogging. Sebenarnya anda tidak perlu terlalu pesimistis. Setiap jalan menuju kesuksesan pasti ada tantangan dan hambatan. Jika anda mampu melewati situasi di atas maka besar kemungkinannya anda tidak akan gagal dan berhenti ngeblog. Jadi, jadilah blogger yang ambisius, tetapi bermain cerdas .

Kami mengharapkan artikel 6 Alasan Blogger Pemula Mudah Gagal dan Berhenti Ngeblog bisa Anda bagikan melalui media sosial di atas. Terima kasih

« Sebelumnya
« Prev Post
Berikutnya »
Next Post »
Mas Hartarto

Perkenalkan nama saya Mas Hartarto, admin dari SinarBlogging.net. Seorang blogger kampung yang suka berbagi informasi tentang tips menulis, dan tips blogging dan informasi lain yang terkait

0 Comments:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar dengan baik dan sopan berkaitan dengan topik
Jangan meninggalkan komentar spam karena akan dihapus.
Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA
Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir
Jika Anda ingin mendapatkan backlink cukup tuliskan Name/Url yang terlah disediakan
Terima kasih