4 Penyebab Jumlah Wirausaha di Indonesia Rendah

Berbicara tentang jumlah wirausaha di Indonesia rasanya bisa dikatakan kabar buruk. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar orang berlomba-lomba mencari pekerjaan di berbagai bursa lowongan kerja yang diadakan oleh Kementerian tenaga kerja. Ini dibuktikan dengan jumlah pelamar pekerjaannya yang semakin tinggi pertahunnya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah telah berusaha membuka pelatihan-pelatihan kerja yang bertujuan menjadikan masyarakat terjun menjadi wirausaha. Tentu saja sasarannya adalah potensi yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut. Meski begitu ternyata jumlah wirausaha di Indoensia tetap masih sedikit. Bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia masih kalah jauh. Makanya tidak heran jika jumlah pertumbuhan ekonomi juga terbilang kecil di bawah angka 7%.

Menjadi wirausaha memang pilihan dalam pekerjaan. Namun jika ditimbang dari beberapa aspek maka ada beberapa alasan mengapa orang di Indonesia kurang semangat menjadi seorang pengusaha.

4 Penyebab Jumlah Wirausaha di Indonesia Rendah

Penyebab rendahnya julah wirausaha di Indonesia


1. Sistem pendidikan kurang mendukung pemuda menjadi wirausaha

Kurikulum pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah ternyata tidak memberikan dorongan mental kepada para pelajar untuk masuk dunia wirausaha. Materi pendidikan yang telah ada justru mengarahkan mereka untuk was-was jika berwirusaha. Bagaimana tidak, risiko yang harus dihadapi seorang wirausaha cenderung besar.

Memang jika berhasil menjadi pengusaha seseorang bisa memiliki omzet penghasilan yang besar. Namun ketakutan jika gagal dalam bisnis sedikit banyak membuat mereka tidak mau mengambil konsekuensi tersebut.

Pendidikan sekarang ini memang baik untuk menjadikan para pemuda seorang perencanaan usaha yang hebat. Di sisi lain kenyataan bahwa sebagian besar dari mereka enggan masuk dunia usaha juga menjadi masalah. Akibatnya mereka mungkin bisa merencanakan suatu bisnis secara detail, tetapi tetap takut melangkah untuk merealiasikan rencana bisnis tersebut.

2. Terlalu ambisius dan ingin sukses seketika

Salah satu kunci sukses menjadi seorang wirausaha adalah sabar dan tahan banting ketika menghadapi masalah. Tidak mudah menyerah dan menyukai tantangan adalah jiwa seorang wirausaha.

Adapun keadaan para pemuda di Indonesia cukup memprihatinkan. Sebagian memang mau menjadi seorang wirausaha, tetapi dengan mensyaratkan target yang berlebihan dan cenderung ambisius. Mereka tidak mau usaha yang baru dimulainya tumbuh secara perlahan karena itu jika mereka berusaha langsung memakai sistem frontal. Tentu saja ini sangat berisiko takut bangkit lagi jika mengalami masalah dalam bisnis.

Celakanya lagi mereka cepat-cepat mengambil keputusan tentang usaha yang sedang dirintisnya. Jika dalam beberapa bulan tidak terjadi peningkatan besar maka langsung dianggap usaha telah gagal. Kondisi inilah yang menjadikan para pemuda Indonesia sulit menatap masa depan dan bersaing dengan negara lain.

3. Wirausaha kecil kurang berinovasi

Ditengah perkembangan bisnis yang sangat cepat sekarang ini sebuah inovasi produk, pengemasan barang dan pemasaran harus terus diperbaharui. Dengan begitu sayap-sayap bisnis berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kondisi pasar.

Masalahnya bagi wirausaha kecil melakukan inovasi masih dianggap memberatkan. Akibatnya mereka hanya mencontoh pelaku usaha lain dalam mengembangkan bisnisnya. Memang dalam waktu singkat sangat membantu usaha anda, tetapi jika anda mengandalkan strategi orang lain dalam mengembangkan bisnis maka besar kemungkinannya strategi cenderung usang dan cenderung  membosankan bagi para calon konsumen.

Sulitnya pelaku usaha kecil menemukan inovasi baru berdampak pada kelangsungan usaha itu sendiri. Semakin kecil inovasi maka bisnis cenderung berjalan lambat atau bahkan berhenti. Situasi yang seperti inilah yang membuat lesunya minat para pemuda untuk menjadi wirausaha baru.

4. Lebih berminat menjadi karyawan

Kerja sebagai karyawan ternyata lebih menarik bagi warga negara Indonesia. Mereka cenderung menyukai pekerjaan yang bersifat teratur dan tetap seperti PNS atau karyawan kantor.

Memang jika dibandingkan dengan wirausaha jelas seorang karyawan lebih memilih aman dalam hidupnya. Dalam arti lebih menyukai penghasilan yang tetap dari pada penghasilan yang bersifat fluktuatif (naik turun) atau bahkan ada risiko tidak memperoleh penghasilan pada hari itu.

Memang tidak salah jika anda memilih menjadi karyawan, tetapi cobalah berpikir lebih luas. Kenyataannya jumlah lowongan karyawan tidak sebanding dengan jumlah pelamarnya. Bisa jadi lowongan pekerjaannya 100 sedangkan pelamarnya mencapai 2000 orang. Jika anda beruntung maka anda bisa menjadiseorang karyawan, tetapi jika anda tidak diterima kerja apakah anda mau menganggur dalam waktu yang cukup lama?

Jika cara berpikir menjadi karyawan adalah yang dimiliki oleh sebagian besar orang Indonesia maka sudah pasti ini menjadi penyebab berkurangnya wirausaha.

Kesimpulannya, menjadi wirausaha bukan berarti karir anda akan hilang. Bahkan yang mungkin terjadi adalah minat, bakat dan kemampuan terpendam anda bisa saja terlepaskan dan berubah menjadi pijakan anda mencapai kesuksesan. Jadi, apa salahnya terjun menjadi wirausaha di Indonesia? Padahal memulai wirausaha cukup mudah untuk dilakukan.

Silahkan Baca: 5 Trik Memulai Bisnis Usaha Kecil dan Menengah bagi Pemula


Tidak ada komentar:
Write Comments

Silahkan berikan komentar dengan baik dan sopan berkaitan dengan topik
Jangan meninggalkan komentar spam karena akan dihapus.
Jangan menggunakan bahasa kasar atau SARA
Berilah masukan yang membangun kecerdasan berpikir
Jika Anda ingin mendapatkan backlink cukup tuliskan Name/Url yang terlah disediakan
Terima kasih