DomaiNesia

5 Tips Belajar Affiliate Marketing Untuk Pemula Tanpa Modal

Pernahkah anda mendengar istilah kata afiliasi atau affiliate marketing? Mungkin di sosial media Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Google, dll.

Jika belum pernah dengar, maka kita akan belajar menjadi affiliate marketing untuk pemula. Tenang saja, saya akan mencoba memberikan tips afiliasi ini tanpa modal dan hanya memakai media gratisan. Tapi, sebelum itu nanti kita akan bahas produk apa saja yang bisa dijadikan praktek affiliate marketing.

Kembali ke topik awal, affiliate marketing merupakan bisnis digital yang bisa dibilang cukup menjanjikan dan profitable. Mengapa saya katakan demikian? Tentu saja ada alas an kuat untuk hal ini.

 



Secara istilah, affiliate marketing adalah bisnis menjualkan produk orang lain tanpa harus stok produk dan anda akan mendapatkan komisi dari pemilik produk jika terjadi penjualan. 

Bagaimana kita tahu bahwa penjualan tersebut tercatat di penjualan anda? Hal yang paling mudah dikenali adalah melalui link affiliasi produk jualan yang anda sebarkan, baik itu di media sosial, website atau media apapun. 

Ilustrasi sederhananya gini, anda mendaftar menjadi affiliate marketing produk kursus online (ecourse), kemudian anda ambil link affiliasi di member area vendor (pemilik produk ecourse). Terkadang vendor juga menyediakan fitur membuat kode kupon diskon sendiri. Jika begini, anda harus membuat kode kupon yang unik terlebih dahulu. Karena kode kupon lebih kuat dari sekedar link affiliate. 

Dalam banyak kasus, walaupun seorang calon pembeli awalnya menggunakan link afiliasi anda. Namun, karena dia memakai kode kupon unik yang telah dibuat oleh affiliate marketer lain, maka penjualan dihitung masuk ke affiliate marketer tersebut dan bukan ke anda. 

Jadi, jika vendor tidak menyediakan fitur kode kupon diskon, anda cukup menyebarkan link afiliasi tanpa kode kupon diskon. Namun, jika ternyata vendor menyediakan fitur buat kode kupon diskon, maka anda harus membuatnya terlebih dahulu. Barulah anda menyebarkan link afiliasi dengan menyertakan kode kupon ke calon pembeli anda.


Tips belajar affiliate marketing bagi pemula

Melihat banyaknya orang yang berminat menjadi affiliate marketer, maka ada baiknya anda mengetahui tips penting ini sebelum anda menyesal dan harus mengulangnya dari awal lagi.


1. Buat sebuah website personal untuk review produk.

Buat sebuah website? 

Bukahkah tadi bilang tanpa modal… kok begitu sih? Kan berbayar bro!

Eith… tunggu dulu. Jika anda berpikir membuat website selamanya harus berbayar, maka (mohon maaf) anda salah besar. Mengapa begitu?

Untuk membuat website personal anda tidak perlu harus yang berbasis wordpress, yang mengharuskan anda membeli sebuah domain dan hosting sekaligus. Ada beberapa cara membuat website tanpa domain dan hosting. Salah satunya memakai media gratisan dari Google yaitu Blogger / Blogspot.

Dengan blogspot anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk beli hosting karena hostingnya sudah ditanggung oleh Google. Dan anda tidak perlu khawatir karena website anda tetap aman, walaupun mempunyai traffik / jumlah pengunjung ribuan bahkan puluhan ribu sekalipun.

Meski begitu saya sarankan anda membeli sebuah domain berbayar untuk membuat nama website anda terlihat professional. Tidak harus yang domain mahal seperti com, net, xyz, dll. Anda bisa menggunakan domain murah seperti my.id, web.id, dll. Harga termurah domain mulai 12.000 rupiah hingga ratusan ribu rupiah.


2. Pilih jenis produk yang diafiliasikan

Berkaitan dengan produk yang menyediakan affiliate marketing, sebenarnya sangat banyak sekali. Namun begitu ada baiknya tidak sebaiknya anda bijak sebelum ikut mempromosikannya di website pribadi anda. Banyak produk yang berkualitas, tapi tidak jarang juga terdapat produk yang kualitasnya biasa saja.

Kategori produk yang menyediakan fitur afiliasi antara lain, hosting, ecourse, tools, software, aplikasi, template desain, template video, produk fisik, dll.

Dalam memilih produk afiliasi, sebaiknya jangan serakah semua kategori anda masukkan ke dalam website / blog anda. Sebaiknya anda pilah, misal buat website di blog pertama dengan kategori (niche) produk digital. Sedangan website di blog kedua dengan kategori produk fisik.


3. Review produk affiliasi

Kenyataannya setelah anda membuat website / blog, anda harus mengisi website dengan konten review produk affiliate. Sebenarnya tidak terlalu susah juga membuat review produk melalui artikel. Karena pada dasarnya anda hanya menyalin copywriting produk vondor menjadi tulisan yang unik, orisinal dan usahakan jujur. 

Tugas menulis review ini walaupun terlihat mudah, namun ada hal yang harus anda perhatikan. Usahakan review anda bukan copy paste 100% copywriting milik vendor. Anda olah sedemikian rupa sehingga tidak ada yang menyamainya. Anda bisa menggunaka teknik menulis “tulis ulang”. Artinya anda bisa contek review punya orang lain kemudian anda tulis dengan gaya tulisan yang unik dan tidak plek sama dalam susunan kalimat. Meskipun sebenarnya dalam hal isi artikel sama persis.


4. Gunakan MarketingKit Produk Vendor


Terlepas dari produk apapun itu yang menyediakan sistem jualan affiliate marketing, biasanya vendor yang baik akan memberikan marketing kit untuk promosi. MarketingKit adalah segala alat promosi produk jualan yang bertujuan memudahkan para affiliate marketer dalam memasarkan produknya kepada calon pembeli. 

Marketing kit biasanya berisi copywriting (biasanya untuk email marketing atau posting di sosial media), banner, cover produk, file salespage / file format json elementor (khusus yang punya website berbasis Wordpress self-hosting), dll.

Gunakan semua marketing yang ada untuk media promosi anda. Biar lebih menarik lagi, anda bisa desain copywriting atau banner promosi menjadi hal yang unik dari yang lain.


5. Sebarkan di Media Sosial

Setelah anda punya website pribadi, pilih jenis produk, tulis review dengan marketingkit yang disediakan vendor. Maka Langkah selanjutnya adalah coba posting artikel review tadi ke media sosial yang anda punya, biasanya sih Facebook dan Instagram yang paling mudah. Bisa juga posting melalui Grup Whatsapp atau Grup Telegram. Kalau anda punya banyak kontak whatsapp, anda bisa buat status jualan yang link produknya anda arahkan dulu ke website atau langsung menggunakan link affiliasi dari vendor.

Meski begitu, saya sarankan jangan langsung gunakan link affiliasi dari vendor kecuali market anda sudah tahu betul produk dan benefitnya. Karena link affiliasi dari vendor biasanya terlalu Panjang dan sulit untuk diingat. Sedangkan dalam banyak kasus, calon pembeli itu belum akan membeli saat ditawari produk.  Jadi usahakan ada merubah link afiliasi tersebut menjadi pendek dan mudah diingat. Anda bisa menggunakan bitly untuk hal ini, tapi bagi saya meski dengan bitly link affiliate menjadi pendah, namun masih susah diingat. 

Kalua saya menggunakan Trafficize untuk memperpendek link affiliasi. Contohnya seperti produk Email Marketing "Mailketing" ini

Link Vendor https://be.mailketing.co.id/aff?affid=3825

Link dengan Trafficize https://trafficize.app/app/mailketing

Terlihat nyata perbedaannya kan? Dengan trafficize link menjadi mudah diingat. 

Jika anda tertarik, anda bisa menghubungi saya untuk mendapatkan 1 akun Trafficize. Anda cukup membayar Rp 50.000 ribu saja. Ini kontak Telegram saya.


Kesimpulannya, mengacu pada tips belajar affiliate marketing bagi pemula di atas yang tanpa modal. Jauh dari situ sebenarnya berbisnis dengan menjadi affiliate marketer terbilang gampang-gampang susah. Gampang (mudah) melakukan hal di atas, tetapi tidak jarang sulit untuk mendapatkan penjualan (sales). 

Bukan karena produknya kurang menarik / buruk, tapi factor strategi jualan juga sangat berpengaruh. Untuk itu, jika anda benar-benar serius melakoni bisnis affiliate marketing, saya rekomendasikan 2 kelas online yang membahas tentang seluk beluk menjadi affiliate marketer yang handal. Anda bisa daftar di Pedagang Tajir milik mas Adhitya Tri A atau anda bisa ikut Kelas Affiliate milik mas Adhitya S.

Semoga bermanfaat dan sukses berbisnis.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel